Selasa, 31 Oktober 2017

Rekomendasi Tempat Wisata di Kawasan Puncak Bogor yang Harus Disambangi

- 0 komentar
Kawasan Puncak Bogor ini adalah salah satu tempat wisata yang bisa dibilang selalu padat hampir setiap harinya oleh para wisatawan. Selain lokasinya yang sangat dekat dari kota Jakarta, udara yang ada di kawasan tersebut juga terasa sejuk dan segar, yang pastinya sulit ditemukan di kota – kota besar dengan padat polusi seperti Jakarta. Dengan berbagai jenis tempat wisata yang ada, Puncak jadi tujuan paling tepat bagi keluarga dan rombongan untuk berlibur. Mau tahu apa saja tempat wisata di kawasan Puncak Bogor yang harus banget Anda sambangi? Berikut ini adalah rekomendasi tempat wisata Puncak Bogor yang kami ulaskan untuk Anda.

Rekomendasi Tempat Wisata di Kawasan Puncak Bogor yang Harus Disambangi

Taman Safari Indonesia

Tempat wisata di kawasan Puncak Bogor yang pertama ini menawarkan sensasi berpetualangan di alam liar dengan ditemani hewan – hewan buas. Ini adalah tempat paling tepat untuk berwisata bersama keluarga. Salah satu hal paling menarik dari tempat wisata tersebut adalah bukan hewannya yang dimasukkan dalam kandang, tapi para pengunjung yang akan masuk ke habitat buatannya dengan menggunakan mobil atau pun bus. 

Taman Bunga Nusantara

Berada di jalan Mariwati 7 km dari kota Cianjur, tempat wisata satu ini adalah taman terindah yang merupakan taman tematik pertama di Indonesia. Sekarang ini taman tersebut sudah memiliki lebih dari 2 ribu spesies anggrek. Lebih dari itu, para pengunjung juga bisa mengunjungi taman – taman dengan tema tertentu, seperti taman mediterania yang memiliki koleksi kaktus dan beberapa jenis tanaman yang bisa tumbuh dihamparan pasir putih, taman Bali, taman mawar, taman air, taman Jepang, taman Labirin, dan taman Perancis. 

Puncak Pass Resort

Ini adalah hotel dan restoran yang ada di jalan Raya Puncak. Sebagai salah satu hotel tertua yang ada di kawasan Puncak Bogor, tempat wisata tersebut menjadi landmark paling terkenal pada saat melewati jalan Raya Puncak. Selain itu, hotel tersebut menghadap ke lereng gunung, sehingga menawarkan pemandangan alam yang indah dari jendela kamar. 

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Memiliki luasan sekitar 22 hektar, tempat wisata di kawasan Puncak Bogor satu ini bisa dijadikan tujuan wisata terbaik untuk menikmati indahnya keberagaman hewan khas Indonesia. Di sini Anda akan menemui beragam hewan di habitat aslinya, seperti kepik raksasa, owa Jawa, macan tutul, surili, lutung, dan juga beruntung Anda juga bisa melihat elang Jawa.

Kebun Raya Cibodas

Beramalatkan di jalan Kebun Raya Cibodas, tempat wisata tersebut ada pada ketinggian sekitar 1.275 meter dpl. Kebun Raya Cibodas memiliki suhu dingin hingga 15 derajat celcisu. Tumbuhan yang ada di dalam kebun tersebut terdiri dari tumbuhan dataran tinggi tropis. Selain tumbuhan anggrek dan kaktus, juga ada tumbuhan lumut yang cukup lengkap. Terhitung sekitar 5.831 tanaman dari berbagai jenis yang bisa Anda temukan di tempat ini.

Kawasan Agrowisata Gunung Mas

Tempat wisata Puncak Bogor yang terakhir ini adalah hamparan perkebunan teh dengan penginapan di dalamnya. Selain itu Anda juga bisa temukan area perkemahan, gantole, serta berkuda. Berada tak jauh dari masjid At-Ta’awun dan Taman Safari Indonesia, jika Anda berkunjung ke tempat wisata tersebut Anda akan diajak berkeliling kebun teh dan melihat proses pemetikan daun teh. 

Itulah tadi rekomendasi tempat wisata di kawasan Puncak Bogor yang harus disambangi, baik itu bersama keluarga, kerabat, teman dekat, atau rekan kerja Anda. Dengan menggunjungi salah satu atau beberapa tempat wisata tersebut, pastinya akan menjadikan momen liburan Anda di Puncak Bogor jadi lebih menyenangkan dan berkesan.
[Continue reading...]

Senin, 30 Oktober 2017

Lepas Penat dan Bebanmu di Tempat Wisata Alam Jakarta Ini

- 0 komentar
Kondisi demografis kota Jakarta yang heterogen dan kondisi daerah yang saat ini jadi semakin padat dengan pemukiman hingga gedung – gedung pencakar langit, tak luput juga temperatur yang kian panas, ternyata tidak menyurutkan langkah wisatawan untuk sejenak melepas penat dan bebannya di sejumlah tempat wisata yang ada di Jakarta.

Ditopang dengan infrastruktur kota yang modern, Anda pastinya bisa dengan mudahnya menemukan berbagai objek wisata di Jakarta, salah satunya adalah objek wisata alam Jakarta yang paling difavoritkan oleh warga Jakarta dan sekitarnya. Nah, apabila Anda memang ingin berlibur ke Jakarta, berikut ini ada beberapa tempat wisata alam Jakarta yang kami pilihan untuk Anda.

Tempat Wisata Alam Jakarta

Kepulauan Seribu

Ini adalah tempat wisata alam Jakarta yang pertama bisa Anda kunjungi untuk melepas penat dan beban Anda. Kepulauan Seribu ini merupakan tempat wisata alam terbaik yang selalu jadi destinasi wisata favorit bagi warga Jakarta yang ingin liburan dengan latar belakang alam tetapi tidak ingin keluar terlalu jauh dari kota Jakarta. Di sini Anda bisa menikmati sebuah pemandangan laut yang sangat indah, berjemur, melihat sunrise, dan lain sebagainya.

Taman wisata alam Angke Kapuk

Ini adalah sebuah taman yang berupa hutan bakau yang ada di kawasan pantai indah kapok Jakarta. Berkunjung ke taman wisata alam angke kapuk tersebut Anda bisa menyegarkan tubuh dan menyegarkan pikiran dari kesibukan kerja yang padat. Anda bahkan bisa berjalan – jalan santai di sebuah jembatan panjang, jika Anda mau, Anda juga bisa jelajahi taman tersebut dengan bersepeda. 

Taman Situlembang

Taman ini adalah kombinasi antara taman dengan danau indah yang nantinya bisa membawa Anda lebih dekat dengan alam meskipun sedang berada di tengah kota Jakarta. Taman situlembang ada di Jakarta Pusat yang memiliki sebuah danau di bagian tengah – tengahnya, dimana para pengunjung bisa memancing di danau tersebut secara gratis.

Pantai Ancol

Pantai ancol adalah salah satu tempat wisata alam Jakarta selanjutnya yang harus Anda kunjungi. Pantai tersebut juga menjadi pantai paling populer, bahkan tidak hanya di kalangan masyarakat Jakarta saja, tetapi hampir seluruh orang Indonesia, mungkin sudah pernah berkunjung atau mendengar pantai ancol ini. 

Hutan kota Manggala Wanabakti

Di tengah – tengah bangunan gedung yang menjulang tinggi di kota Jakarta, ternyata Anda juga masih bisa temukan sebuah hutan di sana, yakni hutan kota manggala wanabakti yang memiliki luasan sekitar 0.4 hektar. Menariknya, hutan kota tersebut ada di halaman kantor Departemen Kehutanan. Hutan kota ini bisa jadi alternatif yang bisa Anda kunjungi jika sudah bosan mengunjungi mall – mall yang banyak di Jakarta.

Demikian tadi beberapa informasi yang bisa kami bagikan tentang tempat wisata alam Jakarta yang bisa dijadikan alternatif terbaik pada saat Anda ingin melepaskan penat, dan beban yang ada dalam benak Anda.
[Continue reading...]

Kamis, 26 Oktober 2017

Jelajahi Eksotisme Tempat Wisata Sumedang Ini, Dijamin Bikin Baper

- 0 komentar
Sumedang memang lebih dikenal dengan kulinernya yang sangat khas dan enak, salah satu yang paling terkenal adalah tahu sumedang. Akan tetapi, ternyata di Sumedang ini juga memiliki potensi wisata yang menarik lho. Dikelilingi oleh pegunungan, kawasan tersebut sajikan panorama indah khas alam parahyangan yang menakjubkan. Bagaimana, Anda tertarik berwisata ke Sumedang di akhir pekan mendatang? Di bawah ini ada beberapa tempat wisata Sumedang yang wajib Anda jelajahi, dijamin bikin baper banget. 

Tempat Wisata Sumedang 

Batu dua gunung lingga
Tak hanya menyajikan lanskap yang sangat memukau, tempat wisata satu ini juga jadi lokasi terbaik untuk olahraga paralayang. Tak main – main, batu dua gunung lingga pernah menjadi lokasi ajang bergengsi pra Piala Dunia Paralayang tahun 2013. Salah satu yang paling menarik dari tempat wisata di Sumedang tersebut adalah adanya titik geotermal. Titik ini mengeluarkan gas alami yang bisa buat paralayang terbang pada ketinggian yang lebih lama. 

Air terjun ciputrawangi

Berada di sebuah desa Narimbang, Conggeang, air terjun satu ini masih sangat asri dan alami. Air terjun tersebut sering sekali didatangi hewan – hewan langka, seperti landak hutan, macan kumbang, monyet, dan babi hutan. Anda pastinya akan sangat beruntung sekali apabila bisa melihat keberadaan macan kumbang di sekitar tempat wisata tersebut, mengingat macan kumbang saat ini sudah mulai langka. 

Situ biru cilembang

Ini adalah telaga jernih yang hingga kini masih sangat alami. Saking alaminya, Anda bahkan bisa berkaca pada air jernih yang menggenang di tempat tersebut. Pun bisa melihat ikan – ikan yang sedang berenang bebas dengan mata telanjang, serta kura – kura air tawar apabila Anda beruntung bisa menemukannya. Selain hal tersebut, di sekitar telaga juga ada pepohonan dan semak – semak yang menghijau, sehingga semakin menambah keeksotisme telaga yang memiliki warna biru kehijauan.

Gunung tampomas

Gunung tampomas adalah tempat wisata menarik lainnya yang juga membikin baper para pengunjungnya. Gunung tampomas tersebut cocok sekali bagi para pecinta alam dan pendaki gunung. Di sini Anda bisa menikmati indahnya pemandangan kota Sumendang dan beberapa kawah kecil yang dihiasi batu – batu hitam yang semakin menambah indah kawasan tersebut.

Kampung Toga Sumedang

Seperti namanya, tempat ini hadirkan aneka tanaman obat keluarga sebagai objek wisata utamanya. Kawasan tersebut sangat eksotis dengan nuansa perbukitan dan juga hamparan sawah. Karena kawasan ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang wisata lainnya, sehingga akan membuat liburan Anda jadi semakin menyenangkan. 

Kebun teh margawindu

Di kebun teh margawindu ini Anda bisa menikmati indahnya hamparan tanaman teh yang menghijau. Ditambah lagi dengan kesejukan hawa di sekitarnya yang pasti akan membuat kawasan tersebut jadi destinasi paling ideal untuk rekreasi, refreshing, dan menenangkan diri sejenak dari rutinitas kerja.

Dengan menjelajahi eksotisme tempat wisata Sumedang tersebut, tidak hanya membikin baper para pengunjungnya, tetapi pastinya juga akan menjadikan momen liburan di Sumedang jadi lebih menyenangkan dan berkesan.
[Continue reading...]

Selasa, 15 April 2014

Tana Toraja - Negeri Orang Mati Yang Hidup

- 0 komentar
Kekayaan budaya dibalut pesona alam menjadikan Tana Toraja sebagai primadona pariwisata Sulawesi Selatan.

Berada di datarang tinggi yang sejuk, kaya pemandangan indah, bukit hijau, lembah nan subur, tebing granit menjulang terjal, sawah-sawah berndak, desa tradisional, arsitektur serta budaya tiada duanya dan kenikmatan kopi yang terkenal di seluruh dunia menjadi magnet bagi wisatawan untuk singgah di kawasan yang dijuluki wisatawan sebagai 'Negeri Orang Mati yang Hidup' (The Land of The Dead) ini.

Berpetualan di kawasan konservasi peradaban budaya yang dihuni suku Toraja dan bergaya hidup Austronesia merupakan pengalaman yang tidak terlupakan. Terutama bagi wisatawan yang menyukai petualangan trekking (jalan kaki) dapat menikmati keindahan alam, menyusuri area persawahan, rumah tradisional, gunung dan bukit yang menjulang ditambah keramahtamahan penduduk setempat.

Tana Toraja terletak sekitar 329 kilometer arah utara Makassar melalui Kabupaten Enrekang, Kabupaten Sidrap, Kota Pare-Pare, Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Maros. Perjalanan menuju Toraja dari Makassar dapat ditempuh melalui dua jalur yaitu darat dan udara. Namun keberadaan bandara di Toraja belum terlalu dimanfaatkan maskapai penerbangan, sehingga jalan darat dengan kendaraan bermotor menjadi pilihan transportasi bagi wisatawan.

Sudah lama saya ingin mengunjungi Tana Toraja, karena ketertarikan saya terhadap tradisi, budaya dan keindahan alamnya yang masih terjaga di zaman modern. Tiba di Bandara Hasanuddin Makassar, saya langsung naik bus Damri dari bandara menuju perusahaan jasa angkutan bus yang berada di Kota Makassar.

Dengan bantuan teman yang berada di Makassar, saya mendapat tiket bus seharga Rp 135 ribu per orang dari Makassar menuju Toraja.

Bus malam dari ibu kota Makassar menuju Toraja sangatlah nyaman, karena dirancang cukup leluasa bagi penumpang, sehingga perjalanan jauh dengan waktu sekitar tujuh sampai delapan jam tidak terasa lama.

Menginat banyaknya lokasi objek wisata di Toraja yang sulit dijangkau oleh transportasi umum karena sebagian masuk ke desa-desa dan perbukitan, berjalan kaki adalah sebuah pilihan. Selain tidak memerlukan biaya, perjalanan tidak akan melelahkan karena udara sejuk dan indahnya pemandangan sekitar.

Tapi apabila tidak ingin berjalan kaki, ada alternatif untuk menyewa ojek ataupun mobil berplat hitam yang bisa mengantarkan wisatawan berkeliling Toraja. Apabila tidak ingin repot backpacking (wisata hemat), wisatawan dapat menyewa jasa biro perjalanan wisata yang ada di pusat kota Toraja, tentunya dengan merogoh kocek yang tidak sedikit.

Bus yang saya tumpangi berhenti di kota kecil di Rantepao yang tidak lain merupakan ibukota Toraja Utara. Sebagai pintu gerbang memasuki Tana Toraja. Rantepao menyediakan berbagai fasilitas yang sangat lengkap untuk ukuran kota kecil.

Usai bernegosiasi dengan tukang ojek yang langsung menawarkan jasanya begitu penumpang bus turun, akhirnya kami sepakat dengan harga Rp 125 ribu untuk berkeliling Toraja selama setengah hari. Objek pertama yang kami tuju adalah desa wisata terpopuler di Tana Toraja, Kampung Kete Kesu yang hanya berjarak kurang lebih empat kilometer dari Rantepao.

Kete Kesu merupakan salah satu perkampungan Megalitikum paling populer di Tana Toraja yang terletak  di Tikunna Malenong, Sanggalangi. Kete Kesu dikemas menjadi satu kawasan wisata lengkap yang menggambarkan siklus kehidupan tradisional budaya masyarakat Toraja atau menjadi taman mininya Tana Toraja. Terdapat Tongkonan (rumah adat), alang sura (lumbung padi), rante (tempat upacara), liang (kuburan) dan museum.

Kekayaan kebudayaan warisan nenek moyang ini wajib dikunjungi jika berlibur di Tana Toraja. Ibarat kata, jika belum mengunjungi Kete Kesu, maka belum pernah berkunjung ke Tana Toraja.

Bangunan lain yang harus juga dikunjungi, yaitu sebuah museum yang menyimpan beraneka artefak peninggalan suku Toraja yang telah berusia ratusan tahun dan liang yang berada di lubang-lubang gua perbukitan kapur nan tinggi sebagai benuk penghormatan kepada leluhur.

Di dalam liang itulah terdapat erong (peti mati) dengan tau-tau (patung leluhur). Namun jangan heran, meskipun area pemakaman terbuka alias hanya dikubur dalam peti dan diletakkan di dalam maupun mulut hingga di atas goa, tapi tidak tercium bau busuk. Menurut cerita tukang ojek sekaligus pemandu wisata yang menemani saya, orang mati tersebut diberikan formalin paling tidak dua liter sehingga mayatnya tidak berbau.

Di sepanjang perjalanan menaiki bukit tersebut dapat dijumpai tulang belulang manusia yang berserakan menumpuk di sana-sini serta berbagai sesajen berupa rokok ataupun uang, tergantung kesukaan orang yang meninggal tersebut. Nah, di sinilah sebuah pemakaman yang tidak akan ditemui di manapun justru dijadikan objek wisata unik.

Bergeser tujuh kilometer ke selatan Rantepao, terdapat Londa. Londa merupakan sebuah kompleks pemakaman kuno yang terletak di dalam goa atau sama dengan kuburan yang berada di Kete Kesu, di tebing-tebing bukit yang tinggi. Pemakaman Londa ini konon usianya telah mencapai lima ratus tahun, maka tidak heran area ini juga banyak didatangi wisatawan dengan sedikit trekking sambil berolahraga. Para pemandu wisata di Londa cukup banyak. Selain mengantarkan berkeliling goa, mereka juga menawarkan lampu petromaks yang digunakan menerangi isi goa yang memang tidak ada penerangan tersebut.

Area pemakaman lainnya yang tidak kalah menariknya yaitu Lemo yang berada di bukit batu terletak di sebelah utara kota Makale yang tidak lain adalah ibukota Tana Toraja, masuk ke arah timur dari jalan raya yang menghubungkan kota Makale dan kota Rantepao.

Di bukit batu ini terdapat sekitar puluhan lubang kuburan, tiap-tiap lubang merupakan kuburan satu keluarga. Dari luar yang terlihat hanya pintu lubang yang ditutup dengan papan kayu. Untuk membuat lubang ini dibutuhkan biaya yang cukup besar mulai Rp 30 juta, karena lubang dibuat dengan cara memahat bukit batu secara manual dan memakan waktu hingga enam bulan.

Lemo sering disebut sebagai rumah arwah yang  merupakan  perpaduan antara kematian, seni dan ritual. Di dinding tebing berderet banyak tau-tau yang menunjukkan kuburan ini merupakan kuburan orang-orang kaya. Sebab untuk membuat tau-tau harus dipenuhi berbagai syarat antara lain menyembelih kerbau sebanyak 24 ekor.

Tana Toraja tidak hanya menyimpan keindahan kebudayaan masa lampau, tapi juga memiliki keindahan panorama alam dan beberapa objek wisata alam yang dapat dikunjungi. Salah satunya sebuah pemandian alami Tilanga, berupa  sebuah cerukan besar dengan panjang kira-kira 20 meter dan lebar 5 meter di lereng perbukitan dan pegunungan. Tilanga terletak di daerah jalur utama Makale dan Rantepao, tepatnya di kelurahan Sarira Toraja.

Bebatuan cadas kapur secara alami membentuk Tilanga menjadi kolam raksasa yang sangat indah. Di sekeliling kolam ditumbuhi pohon bambu, pohon jati putih dan beberapa jenis tanaman rindang. Kesan alami hijau yang sejuk langsung dapat dirasakan para pengunjung begitu sampai di pemandian Tilanga. Daya tarik lain dari Tilanga juga merupakan habitat hidup moa raksasa atau belut raksasa yang telinganya berwarna hitam putih.
Setelah istirahat, perjalanan saya lanjutkan menuju Sangalla Kambira yang terdapat kuburan bayi di pohon (baby grave). Hanya bayi yang meninggal sebelum giginya tumbuh dikuburkan di dalam sebuah lubang di pohon Tarra. Pohon tersebut dipilih sebagai kuburan bayi yang masih suci, karena memiliki banyak getah yang dianggap sebagai pengganti air susu ibu dan seakan bayi tersebut dikembalikan ke rahim ibunya.

Masih banyak lagi objek wisata yang dapat dikunjungi di Tana Toraja ini antara lain Batu Tumonga, Lokamata, Makula, Bori, Karrasik, Pallawa dan sebagainya. Semua objek wisata tersebut hanya dikenakan biaya masuk Rp 10 ribu tanpa perlu membayar biaya parkir. Wisatawan juga akan mudah menemukan toko oleh-oleh di sekitar tempat wisata tersebut dengan harga cukup terjangkau seperti patung tau-tau, kain tradisional Toraja dan lain-lain.

Catatan selama berlibur ke Tana Toraja sebaiknya ambil waktu di musim kemarau, karena sebagaian besar tempat wisatanya berada di luar (out door). Apabila ingin makanan halal, pilihlan warung makan yang bertuliskan halal atau warung muslim, sebab sebagian besar makanan yang dijajakan merupakan olahan daging babi yang menjadi sajian utama masyarakat Toraja.

sumber : Kedaulatan Rakyat 13 April 2014 (Fina Nurfiani)


[Continue reading...]

Sabtu, 12 April 2014

Mexico Fusion at Hotel Grand Aston Yogyakarta

- 0 komentar
Di bulan April ini, Hotel Grand Aston Yogyakarta memberikan kejutan dan perubahan pada salah satu outlet unggulan mereka yaitu Vanilla Sky Lounge yang terletak di lantai 9 hotel ini. Grand Asto Yogyakarta Hotel & Convention mengusung tema Mexico Fusion sebagai menu andalan serta menu tetap di Vanilla Sky Lounge. Menu-menu yang ditawarkan seperti tacos, nachos, burritos, enchiladas, quasadillas, fajitas hingga enselada yang disajikan dengan saus guacamole, tomato salsa, dan sourcream sebagai pelengkap. Berbagai menu menarik ini dapat dinikmati mulai pukul 11.00 hingga 23.00 di Vanilla Sky Lounge yang berkapasitas sampai dengan 125 orang, dengan harga mulai dari Rp 25.000.
[Continue reading...]

Kuliner Seru at Grand Quality Hotel Yogyakarta

- 0 komentar
Grand Quality Hotel Yogyakarta menawarkan kuliner seru. Coffee shop buka setiap hari selama 24 jam. Nagoya Japanese Restaurant dengan masakan khas Jepang yang diolah oleh Chef, buka setiap hari pukul 11.00 - 22.00 wib, menawarkan menu special Teppanyaki dan juga pilihan menu lain seperti Sushi, Sashimi, Shabu-Shabu, Yakiniku dan masih banyak lagi. Serayu Chinese Restaurant melayani berbagai makanan khas Chinese Szechuan dan Cantonese serta menu dim sum. Untuk kenikmatan Anda bersantap Grand Quality  Hotel Yogyakarta bekerja sama dengan salah satu bank nasional selama bulan April 2014 menggelar Program Kuliner seru dengan memberikan discount seru 40% untuk menu a la carte di semua resturant dan 75% untuk menu dim sum.
[Continue reading...]

Prawn Tempura at Hotel Melia Purosani

- 0 komentar
Bulan April ini Executive Chef Satrio Sulistiono telah mempersiapkan menu andalan baru di El Patio Restaurant, Hotel Melia Purosani, menyajikan Prawn Tempura, yaitu hidangan khas dari negeri sakura Jepang berupa udang, potongan wortel, terong dan paprika yang dibalut adonan tepung tempura import dari Jepang yang diolah dengan cara digoreng dan kemudian disajikan dengan saus tempura. Sajian ini dapat Anda nikmati dengan harga Rp 85.000 net sduah termasuk irisan buah segar sebagai hidangn penutup. El Patio buka selama 24 jam berlokasi di seputar lobby dengan pemandangan taman tropis, menawarkan aneka pilihan cita rasa masakan Indonesia, Asia dan Internasional. Ching San Chinese Resturant juga mempersiapkan sajian spesial berupa Chie Ling Chie, yaitu olahan daging dada ayam yang dislice dan dikombinasikan dengan Black Mushroom dan sayuran hanya Rp 68.000 net dengan bonus hidangan penutup Mis Fruit Sorbet.
[Continue reading...]
 
Copyright © . DENAH WISATA - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger