Senin, 21 Oktober 2013

Rehat Sejenak ke Kawasan Teluk Triton


Teluk Triton terkenal dengan kekayaan biota laut,khususnya berbagai jenis ikan yang mencapai 937 jenis ikan. Sekitar 492 jenis terumbu karang tumbuh di perairan Teluk Triton yang didominasi oleh terumbu karang lunak (softcoral).Selain itu, terkenal pula bukit-bukit karst (conical hill) yang bertebaran menyerupai pemandangan khas di Raja Ampat.

Menikmati pemandangan dan perjalanan dengan ojek, memiliki nilai tersendiri. Tak lama menempuh jalanan beraspal, pengendara ojek mematikan mesinnnya di depan warung makan yang berada dalam Pelabuhan Kota Kaimana, Papua Barat. Pelabuhan ini terletak dekat dengan Kampung Seram yang memiliki sebuah bangunan masjid khas. Pandangan mata langsung tertuju pada lautan lepas dengan air tenang berwarna bitu tua berpadu langit cerah. Hiruk pikuk aktivitas masyarakat melengkapi pemandangan pagi itu. Tampak tiga longboard sudah dipenuhi oleh warga yang ingin ke kampung, beberapa warga masih menata barang-barang di dalam terpal. Pelabuhan ini menjadi penghubung antara Kota Kaimana dengan kampung, kabupaten dan provinsi lain.

Beberapa meter dari longboard-longboard itu, terdapat sebuah speedboat berwarna putih dengan atap sederhana. Terlihat dua pria, Pak Sam dan Mas Mahmud, sedang menata jerigen-jerigen berkapasitas 30 liter bahan bakar. Mereka menyiapkan transportasi kami untuk perjalanan ke Teluk Triton.

Teluk triton terletak di sebelah tenggara Kota Kaimana, Papua Barat. Teluk ini terkenal degan kekayaaan biota laut, khususnya berbagai jenis ikan yang mencapai 937 jenis ikan. Sekitar 492 jenis terumbu karang tumbuh di perairan Teluk Triton yang didominasi oleh terumbu karang lunak (softcoral). Selain itu, terkenal pula bukit-bukit karst (conical hill) yang bertebaran menyerupai pemandangan khas di Raja Ampat.

Selesai menata jerigen, Pak Sam menyalakan mesin 'Jhonson' dengan kekuatan 80 PK dan mengendalikan ke arah Teluk Triton. Speedboat menyusuri tepian pegunungan karst yang tertutupi oleh berbagai jenis pohoon dengna warna hijau daun. Pemandangan dilengkapi dengan hijaunya air dangkal dengan terumbu karang yang terlihat berwarna gelap dari atas permukaan air. Sesekali ikan-ikan kecil berlompatan ke atas permukaan air.

Kurang lebih satu jam perjalanan, kami singgah di salah satu bagan yang terletak di Selat Namatota, biasanya warga menyebut daerah ini sebagai Erana. Kedatangan kami disambut dengan burung-burung laut beterbangan dan hinggap di atas bagan. Di lokasi ini, whaleshark sering muncul ke atas permukaan air apabila jaring-jaring dari bagan diturunkan dan berisi ikan teri. Kami mencoba menunggu whalehshark muncul sembari mengobrol dengan pegawai bagan, Ryan. Namun sayang sekali, whaleshark tidak kunjung datang. beruntung sekali, tampak dua ekor lumba-lumba sedang berlompatan di atas permukaan air laut yang tenang.

Perjalanan kami lanjutkan menuju lokasi rock wall painting yang terletak dekat dengan Kampung Mai-Mai di Selat Namatota. Tibalah kami di tepian laut dengan tebing karst penuh lukisan menggunakan warna cokelat kemerahan. Gambar manusia, reptil, ikan, telapak tangan dan benda-benda lainnya menghiasi tebing tersebut, melengkapi keindahan budaya di Kabupaten Kaimana. Oleh Masyarakat di Kabupaten Kaimana, lukisan tersebut dipercaya merupkan peninggalan nenek moyang. Setelah itu, kami kembali menyusuri lautan lepas dengan ombak yang cukup menantang untuk menuju Pantai Ermun. Pantai ini merupakan salah satu destinasi utama wisatawan apbila berkunjung ke Teluk Triton.

Satu jam perjalanan, kami berada di sebuah perairan dengan bukit-bukit karst (conical hill) bertebaran dengan air tenang berwarna hijau. Hati terasa tenang ketika speedboat dikendalikan di antara dua bukit karst. Belum lama menikmati indahnya perairan itu, speedboat sudah menepi di sebuah pantai dengna pasir berwarna putih dengan kulit kerang bertebaran.

Inilah Pantai Ermun dengan sebuah penginapan yang terbuat dari kayu. Pak Sam melempar jangkar ke perairan dangkal berpasir, kami segera turun dari speedboat dan menuju ke pondokan kecil untuk menikmati suasana di Pantai Ermun. Suara deburan ombak kecil, angin sepoi-sepoi, langit biru, pohon kelapa, makanan kecil dan minuman menemani kami di Pantai Ermun.


sumber : Kedaulatan Rakyat 29 September 2013 (Laurencia Lola Karlina, Mahasiswa Teknologi Pertanian UGM)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © . DENAH WISATA - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger